Memenuhi kebutuhan Videography, Photography, Komputer, dan Internet. Visit Us Now!
Showing posts with label CARA SHOOTING VIDEO. Show all posts
Showing posts with label CARA SHOOTING VIDEO. Show all posts

Friday, June 3, 2011

TIPS DAN TRIK SHOOTING VIDEO UNTUK RUMAH TANGGA (VIDEO REKREASI)

Buy Xilisoft Mac DVD ToolkitMembuat rekaman video bagi para rumah produksi bukanlah hal yang susah! Ada satu motto yang pernah saya dengar dari salah satu rumah produksi yang megatakan : "seburuk-buruknya tukang shooting (videographer) masih lebih bagus hasilnya apabila di shooting secara pribadi atau rumah tangga". Benarkah demikian? Ya, tentu saja ada benarnya juga! Untuk mematahkan "motto" tersebut ada baiknya bagi pemilik kamera video rumah tangga untuk mempelajari tips-tips berikut ini:


- pastikan anda menguasai penggunaan tombol manual pada kamera video, jika tidak, gunakan setting auto
- rekam video dengan durasi yang pendek 5 - 10 detik per stock shoot (record), gambar dengan durasi pendek akan lebih menyenangkan untuk dilihat. jika anda ingin mengambil gambar yang sama dengan durasi yang panjang, ambillah gambar dari berbagai sudut (view)
- jangan menggunakan zoom yang berlebihan, lebih baik mendekati objek dibandingkan dengan bermain zoom
- jika anda belum terbiasa merekam video sambil berjalan, ada baiknya jangan melakukan itu! lebih baik berdiri tegak dengan memainkan gerakan tangan secara perlahan untuk membuat gambar bergerak
- hindari backlight (kamera menghadap cahaya), jika terpaksa dekatkan kamera dengan object
- lakukan opening dan ending acara anda untuk membuka dan menutup alur cerita.
- selamat bereksperiment dan mencoba

silahkan tonton salah satu video amatir berikut ini untuk melihat hasilnya!

BELI PERALATAN VIDEO DAN AKSESORIS DISINI:

- Samsung BD-D5500 3D Blu-ray Disc Player (Black)
- Sylvania SDVD7015-Blue 7-Inch Portable DVD Player, Blue
- Panasonic AY-DVM60EJ3P Mini Digital Videocassette (60 Minute, 3 Pack)
- Panasonic PV-GS320 3.1MP 3CCD MiniDV Camcorder with 10x Optical Image Stabilized Zoom




atau klik tautan berikut ini:
http://www.youtube.com/watch?v=57PB55M85lA





Intip Terus Sampai Selesai...

Friday, March 18, 2011

PEDOMAN CARA SHOOTING VIDEO BERKUALITAS

Pernahkah Anda mengalami hal ini? Anda membeli camcorder digital baru (penuh dengan fitur-fitur terbaru) dan dengan senang hati men-shoot acara keluarga yang luar biasa (pernikahan, liburan, ulang tahun dan acara penting lainnya).

Baru kemudian Anda menyadari bahwa rekaman video terlalu gelap, atau kualitas video sangat mengerikan. Bukankah itu firasat buruk? Apa yang membuat lebih buruk adalah bahwa Anda tidak pernah dapat kembali merekam video itu!

Cara terbaik untuk menghindari masalah ini adalah dengan mempelajari beberapa keterampilan dasar shooting video. Anda tidak perlu belajar sinematografi kompleks atau keterampilan sutradara. Tapi Anda harus memiliki pengetahuan dasar tentang cara apa yang dilakukan dalam men-shoot video yang bagus dan tidak.
TelcoMgr | Telecommunications Expense Management

DAPATKAN PANDUAN TRAINING EDITING VIDEO, Klik tautan dibawah ini:
- Adobe Premiere CS5 Training DVD - Tutorial Video (Win & Mac)
- Final Cut Pro 7 Training Video. Beginner to Advanced
- Corel Paint Shop Pro Photo X2 Ultimate & VideoStudio Pro X2 Bundle
- Advanced Final Cut Pro Training DVD - Tutorial Video
- Apple Final Cut Pro 6 Training Video - Tutorial CD
- Mastering Adobe After Effects 6.5 Pro & Premiere Pro 1.5 Training Software
- PINNACLE INTRODUCTION TRAINING
- Ulead Cool 3D 3.0 Training Course
- Seminar Series - Professional Training for Vegas 6 Software
- Professional Training for Vegas 7 and DVD Architect 4 Sw

Mari kita lihat tips-tips SHOOTING VIDEO berikut ini:

1. Hindari Zooming In dan Out Terlalu Banyak
Digital camcorder saat ini banyak diproduksi dengan fitur super duper 1000x zoom in dan zoom out. Ini adalah hal yang baik, tapi masalahnya adalah, banyak orang terbawa untuk menggunakan fitur ini tanpa mengetahui apa titik lemahnya fitur ini. Saya telah melihat banyak produksi video yang tak terhitung jumlahnya yang terus menggunakan zoom in dan zoom out selama men-shoot di lapangan. Mereka biasanya berhasil memberi saya tontonan yang menyebabkan saya sakit kepala.
Gunakan fitur memperbesar dan memperkecil ini seminimal mungkin. Bahkan jika Anda harus menggunakannya, lakukanlah secara perlahan-lahan.
Menggunakan fitur ini dengan lambat jauh lebih profesional dibandingkan Anda menggunakan zoom dengan cepat.
TIPS: Batasi penggunaan fitur ini apabila men-shoot antar adegan, dan gunakan tripod kamera apabila anda membutuhkan zoom dengan jarak yang agak jauh! Penggunaan normal zoom dgn stabil maks. 4X apabila Anda tidak menggunakan Tripod!

2. Steady. Apakah Ini?
Para profesional selalu mengatakan "Keep It Steady". Ketika kita sedang men-shoot, tangan kita cenderung untuk bergetar sedikit. Jika getaran terlalu banyak akan mempengaruhi kualitas rekaman video.
Ada dua cara untuk mengatasi hal ini. Salah satunya adalah dengan melakukannya seperti para profesional - mendapatkan dudukan tripod yang baik. Ini dapat dilakukan dengan mudah. Cara lain adalah Menahan diri terhadap sesuatu seperti dinding atau mungkin berlutut dan mencari tumpuan kamera seolah-olah tangan Anda menjadi Tripod (tangan bertumpu di atas meja), dll.

3. Dimanakah Anda?
Salah satu tip yang saya gunakan saat men-shoot sebuah liburan keluarga adalah selalu mencari petunjuk, tanda atau monumen alam yang memberitahu para penonton di manakah Anda berada. Apakah Anda melihat para profesional melakukan ini juga? Sebagai contoh, di film, Pertama kali Anda mungkin akan melihat kamera zoom in pada sebuah tempat (gedung) sebelum masuk ke adegan yang terjadi di dalamnya.
Tips lain adalah membuat orang yang shoot bicara atau tersenyum. Hal ini membuat seluruh video jauh lebih hidup dan menarik.

4. Akhir atau Awal?
Trik lain video shooting yang baik adalah dengan menggunakan akhir cerita di awal video. Sekali lagi, para ahli melakukan hal ini sepanjang waktu. Jika Anda merekam video pernikahan, Anda bisa mulai dengan wawancara dari pasangan bahagia ini pada hari pernikahan sebelum Anda masuk ke adegan tentang bagaimana mereka tumbuh, bagaimana mereka bertemu, hingga bagaimana cara pengantin pria melamar pengantin wanita, dll.

5. Short & Simple (pendek dan sederhana)
Jangan pernah men-shoot klip video lebih dari dua menit. Ini membosankan penonton sampai JAMURAN! Menggunakan banyak klip pendek durasi 5 sampai 10 detik jauh lebih efektif. Hal ini juga membawa beraneka ragam tayangan kepada penonton. Bayangkan jika sebuah iklan televisi berlangsung dua menit berfokus pada adegan video yang sama - SUNGGUH MEMBOSANKAN BUKAN?

6. Lighting, Lighting, Lighting
Dari semua faktor yang ada di atas, hal yang merusak video adalah pencahayaan yang buruk. Saya telah melihat beberapa video yang inovatif dirusak oleh pencahayaan yang buruk. Salah satu tip penting untuk merekam video adalah dengan sumber cahaya di belakang Anda, bersinar (mengarah) pada objek. Contohnya adalah sebuah shoot di luar ruangan (outdoor) dimana matahari bersinar. Pastikan matahari bersinar pada subjek Anda dan bukan pada lensa kamera Anda!
Tip lain adalah dengan menggunakan fitur backlight pada kamera jika ada satu. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengkompensasi cahaya terlalu terang dari belakang objek.

7. Ubah Perspektif Anda
Jangan membatasi bidikan Anda ke salah satu sudut saja. Pendekatan subjek dari semua sudut. Datang dari belakang, datang dari atas, apa pun. Mungkin Anda bahkan dapat membuat cara sendiri dengan berjalan menaiki tangga dan membuka pintu kamar tidur sebelum mencapai objek Anda.

8. Belajar dari The Movies (Film)
Anda akan terkejut berapa banyak Anda dapat mempelajari video shooting dari film. Sangat sering, kita hanya duduk dan membiarkan adegan film yang kita lihat tanpa mengetahui apa yang menjadi pikiran sutradara. Cobalah - untuk sekali, ketika anda menonton film, pertimbangkan bagaimana sutradara membingkai film yang di-shoot (adegan). Anda akan belajar banyak dan bahkan mungkin tertarik dalam mengarahkan film!

9. Menghemat Baterai
Saya telah melihat atau mendengar begitu banyak orang melupakan tentang baterai. Yang saya tekankan di sini. Silahkan membeli baterai ekstra! Sebaiknya dua ekstra baterai. Tidak ada yang lebih buruk daripada shoot video di luar ruangan dan baterai Anda mati. Juga, selalu membawa adaptor AC juga - sehingga Anda dapat mengisi baterai saat Anda kapanpun bila waktu mengizinkan.

10. Check Sound
Tip ini mungkin tidak penting bagi pengguna rumah tangga. Tapi jika Anda seorang videografer yang profesional, Anda harus memiliki mikrofon yang terpasang pada camcorder anda. Mikrofon adalah alat penting untuk agar suara menghasilkan kualitas audio yang lebih baik.

Kesimpulan
Tidak memperoleh keterampilan men-shoot video dengan baik. Setelah Anda mempelajari dasar-dasar, saya jamin itu akan datang kepada Anda dengan sangat alami, hampir seperti naik sepeda atau berenang. Jika Anda benar-benar tertarik dalam meningkatkan keterampilan men-shoot, saya akan merekomendasikan anda untuk mengikuti kursus teknik videography lebih lanjut.


UK - All-in-one BD solution




sumber: ilmu video shooting indonesia

Intip Terus Sampai Selesai...

Tuesday, February 22, 2011

Merekam Video Dengan Sempurna dan Layak Ditonton

Oleh: Agus Yuniarso
Apa yang bisa kita lakukan dengan sebuah kamera video dalam genggaman ? Umumnya, hanya ada 2 hal mengapa kita membutuhkan dan menggunakan kamera video. Pertama, mengabadikan sesuatu. Dan yang kedua, menciptakan sesuatu. Lalu, apa yang bisa diabadikan dan apa yang bisa diciptakan ? Peluang dan kesempatan untuk ini hampir-hampir tanpa batas. Yang membatasi hanyalah kebutuhan, kreatifitas dan kesenggangan.

Dengan kamera video, kita bisa merekam dan mengabadikan beragam peristiwa dan adegan dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi dan berlangsung di sekitar kita. Tidak harus peristiwa yang sangat penting atau menarik. Mengabadikan berarti menyimpan sesuatu pada saat ini, untuk dipergunakan atau dinikmati pada suatu saat nanti. Entah esok hari, lusa, atau puluhan tahun lagi. Peristiwa dan adegan biasa-biasa saja yang terjadi pada hari ini, mungkin akan menjadi sangat penting dan menarik pada suatu saat nanti.

Dengan kamera video, kita juga bisa menciptakan beragam karya videografi untuk mengekspresikan kreatifitas, perasaan dan beragam gagasan, serta menciptakan beragam media komunikasi yang akan membantu beragam tujuan kita pada berinteraksi dengan orang lain. Dari sebuah karya dan program videografi yang kreatif dan komunikatif, kita bisa bercerita, berbagi informasi, menghibur, menularkan pengetahuan, bahkan mempengaruhi orang lain.

BELI DVD PLAYER MURAH DISINI:
- Sony DVP-SR200P/B DVD Player, Black
- Philips DVP3560/F7 DVD Player with 1080p HDMI Upscaling and Multimedia DiVX
- Coby DVD209BLK Ultra-Compact DVD Player, Black
- Toshiba SD4300 Progresive Scan DVD Player (Black)
- PIONEER DV-220V-K 1080p HDMI UPSCALING REGION FREE DVD PLAYER w/ USB Input
- Coby TFDVD7009 7-Inch Portable DVD/CD/MP3 Player (Black)


Masalahnya adalah bagaimana menciptakan karya dan program videografi – atau minimal rekaman video – yang sempurna dan layak ditonton ? Apapun jenis kamera yang Anda pergunakan, langkah dan tahapan-tahapan berikut ini akan membantu menyempurnakan dan memperbaiki hasil rekaman video Anda, sekaligus meningkatkan pemahaman serta ketrampilan dalam menggunakan teknologi dan media videografi secara kreatif dan komunikatif dan bercitarasa profesional.


Winamp Pro
Level 1 : Kenali dan Pahami Kamera Video Anda.
Tentu Anda tidak akan mampu menciptakan rekaman apapun, jika tidak mengenal dan memahami cara kerja piranti yang Anda gunakan. Cara menguasai pengoperasian kamera bisa dikatakan sangat mudah. Setiap kamera video di masa kini sudah diciptakan sedemikian rupa otomatisnya, hingga seorang anak TK-pun bisa segera memahami dan melakukannya dalam hitungan menit.

Perlu dicatat, meski kamera setiap jenis kamera dilengkapi dengan berbagai fasilitas, namun tidak semua fasilitas yang ada harus digunakan. Letak tombol dan menu untuk setiap jenis kamera mungkin berbeda, tetapi pada umumnya fungsi sama.

Level 2 : Rekaman Video yang Layak Dilihat dan Disimpan
Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi 4 syarat : cukup pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi. Syarat-syarat ini hanya bisa diabaikan jika rekaman video tersebut memiliki nilai tertentu (penting dan/atau menarik) atau mengabadikan peristiwa atau adegan yang istimewa dalam kondisi darurat. Jika tidak terlalu istimewa, maka rekaman video yang tidak memenuhi syarat tersebut bisa dikatakan tidak layak dilihat atau disimpan.

Level 3 : Rekaman Video yang Layak Dinikmati
Sebagaimana fotografi, dunia videografi juga memiliki kaidah-kaidah baku yang berkaitan dengan komposisi dan penataan subyek dalam bingkai gambar (frame). Kaidah-kaidah ini menjadi semacam gramatika tersendiri dalam komunikasi antara videografer dengan penonton karya-karyanya. Dalam proses produksi, kaidah-kaidah ini juga menjadi acuan kesepahaman antara seorang produser, sutradara, penulis naskah, kameraman, dll. Sebuah rekaman video dikatakan layak untuk dinikmati jika disajikan dengan mengikuti kaidah-kaidah baku dalam dunia videografi, yang secara umum tidak berbeda jauh dengan yang berlaku dalam dunia fotografi.

Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.

Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.

Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.

Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )

Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle
Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera

Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot
Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity

Level 4 : Rekaman Video yang Selesai dan Layak Tonton
Bertumpuk-tumpuk kaset video, berjam-jam durasi rekaman video, biasanya hanya tersimpan dalam almari dan lambat namun pasti berubah menjadi sampah. Rekaman video mentah (stock shot atau master shot) seperti ini tidak menarik untuk dinikmati, karena siapapun cenderung malas untuk menikmatinya (termasuk kameramannya sendiri).

Rekaman video yang layak untuk ditonton adalah rekaman video yang selesai dan tersaji dalam wujud karya videografi yang siap dipertontonkan. Ditonton, adalah hakekat penciptakan sebuah karya atau program videografi. Tidak berbeda dengan seorang pelukis yang telah membingkai lukisannya dan memajang di dinding atau panel galeri. Tak beda juga dengan seseorang yang menyanyi di depan orang lain atau di panggung, bukan lagi di kamar mandi.

Sebagai sebuah pertunjukan, karya videografi yang siap dipertontonkan disajikan dengan kaidah logis sebuah proses penyajian. Ada awalan atau pembuka, dilanjutkan dengan isi atau materi inti dan diakhiri dengan sajian penutup. Rangkaian ini secara keseluruhan memberi informasi kepada penonton tentang apa yang sedang ditontonnya.

Dalam format sajian yang paling sederhana, sebuah judul di bagian depan, rangkaian gambar yang tersusun pada batang tubuhnya dan credit title yang muncul pada bagian akhir, sudah bisa memberikan status selesai dan siap tonton pada sebuah rekaman video. Selebihnya adalah masalah kreatifitas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan produksi karya videografi tersebut.

Sebuah karya videografi yang selesai dan siap ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:
Watch TV on your Computer!
Pra Produksi : Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb.).

Produksi : Proses pengambilan gambar di lapangan (shooting).

Pasca Produksi : Proses penyuntingan di ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio visual lainnya.

Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD, dsb.)

Distribusi : Penyebarluasan karya videografi (screening, penjualan, broadcasting, webcasting, dsb.).

SUMBER: CLICK HERE




Intip Terus Sampai Selesai...